Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar
semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris “the
humanities”. Istilah ini berhasal dari bahasa latin humanus, yang berati
manusiawi, berbudaya, dan halus.
Ilmu Sosial Dasar
dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha
pendidikan. Konsep-konsep sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja
yang sangat diperlukan utntuk mempelajari masala-masalah sosial yang dibahas
dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya : Keanekaragaman dan konsep kesatuan
sosial bertolak.
Pengetahuan
budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk Pokok-pokok yang
terkandung dari beberapa devinisi kebudayaanberbudaya (homo humanus). Sedangkan
ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.
- Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
- Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
- Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
- Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional.
Ilmu
Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia.
Unsur-unsur kebudayaan :
- Sistem Religi/ Kepercayaan
- Sistem organisasi kemasyarakatan
- Ilmu Pengetahuan
- Bahasa dan kesenian
- Mata pencaharian hidup
- Peralatan dan teknologi
Pendekatan
Pada Bidang Kesusastraan
Sastra
berasal dari kata “castra” berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra
meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti
catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan
sebagainya.
Sastra
dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi
gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya
dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya
melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.
Ilmu
Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa
berasal dari bahasa latin "prosa" yang artinya "terus
terang", yang merupakan karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara
bebas, yang tidak terikat rima dan irama. Jenis tulisan prosa biasanya
digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat
digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta
berbagai jenis media lainnya.
Jenis-Jenis Prosa
- Dongeng. Dongeng merupakan cerita yang banyak diwarnai peristiwa yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Contoh: Pangeran Buruk Rupa, Si Kancil dan Buaya
- Cerpen. Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa.
- Novel. Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh.
- Biografi. Biografi adalah riwayat yang ditulis oleh orang lain.
- Esai. Esai merupakan karangan yang berisi ujaran populer dan dengan pola penyajian yang bersifat santai. Ulasan-ulasannya bersifat pribadi, akrab, dan asyik dibaca layaknya obrolan biasa.
- Kritik. Kritik merupakan tanggapan atau pertimbangan atas baik buruknya suatu karya (puisi, cerepn, drama, dsb). Kritik biasanya disertai dengan analisis dan kesimpulan-kesimpulan.
- Artikel. Artikel adalah karya tulis lengkap yang dimuat di Koran, majalah, atau internet.
Nilai-nilai
Kemanusiaan Dalam Prosa Fiksi Sebagai bagian dari seni, yang lebih menekankan
pada cerita. Mau tidak mau karya sastra ini langsung atau tidak langsung
membawa moral, pesan atau cerita. Dengan kata lain dalam Prosa Fiksi mengandung
beberapa nilai yakni :
- Memberikan kesenangan
- Memberikan informasi
- Memberikan warisan cultural
- Memberikan keseimbangan wawasan
Ilmu
Budaya Dasar Yang Berhubungan Dengan Puisi
Seperti
yang sudah kita ketahui bahwa puisi merupakan bagian dari seni sastra,
sedangkan sastra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsur dari
kebudayaan. Sehingga Puisi dapat diartikan ekspresi pengalaman jiwa penyair
mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang
artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan,
keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair
dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
- Figura bahasa
- Kata-kata yang ambiguitas
- Kata-kata yang berjiwa
- Kata-kata yang konotatif
- Pengulangan
Komentar
Posting Komentar