Manusia Dan Kebudayaan
Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan tak terpisahkan, secara bersama-sama menyusun kehidupan. Manusia menghimpun diri menjadi satuan sosial-budaya, menjadi masyarakat. Masyarakat manusia melahirkan, menciptakan, menumbuhkan, dan mengembangkan kebudayaan: tak ada manusia tanpa kebudayaan, dan sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa manusia; tak ada masyarakat tanpa kebudayaan, tak ada kebudayaan tanpa masyarakat. Di antara mahluk-mahluk ciptaan Al-Khaliq, hanya masyarakat manusia yang meniru-niru Sang Pencipta Agung merekayasa kebudayaan. Kebudayaan adalah reka-cipta manusia dalam masyarakatnya.
Kesadaran manusia terhadap pengalamannya mendorongnya menyusun rumusan, batasan, definisi, dan teori tentang kegiatan-kegiatan hidupnya yang kemudian disebut kebudayaan, ke dalam konsepsi tentang kebudayaan. Kesadaran demikian bermula dari karunia akal, perasaan dan naluri kemanusiaannya, yang tidak dimiliki oleh mahluk lain, seperti hewan atau binatang. Dalam sementara pemahaman, secara biologis manusia pun digolongkan sebagai binatang, namun binatang berakal (reasoning animal).
Pengertian Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi
biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin
yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia
yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka
dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama,
dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup;
dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam
antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya,
organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan
terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk
dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Pengertian manusia menurut beberapa ahli :
- Sokrates: Menurut Sokrates, pengertian manusia adalah makhluk hidup yang memiliki dua kaki, yang tidak berbulu, dan memiliki kuku datar berukuran lebar.
- I Wayan Watra: Menurut I Wayan Warta, manuisa merupakan makhluk yang dinamis yang menganut trias dinamika yaitu cipta, karsa, dan rasa.
- Erbe Sentanu: Menurut Erbe Sentanu, manusia merupakan makhluk sebaik – baiknya yang diciptakan oleh Tuhan. Bahkan, dapat dikatakan manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk citaannya yang lain.
- Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa wujudnya konkrit tapi tak abadi, tubuh akan hancur ketika kita sudah meninggal dan dikubur. Sedangkan jiwa tidak dapat dirasa, tidak dapat diraba, dan dilihat, sifatnya abstrak tapi abadi ketika kita sudah meninggal.
- Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kesempurnaan terletak kepada adat dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh peciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia. Dengan akal ratio manusia bisa menciptakan IPTEK.
- Mahluk Biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi. Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Mahluk ciptaan tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Kepribadian Bangsa Timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi tinggi. Dan kita tinggal di Indoensia termasuk ke dalam Bangsa Timur, di dunia Bangsa Timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Bangsa Timur identik dengan benua asia yang penduduknya berkulit hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih dan mata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang Timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena kebanyakan orang timur memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun dizaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang Timur dapat memengaruhi kejiwaan orang Timur itu sendiri.
Pada umumnya kepribadian Bangsa Timur adalah sangat terbuka dan toleran bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada. Namun walaupun kita sudah tahu banyak tentang kehidupan Bangsa Timur kita tidak bisa selalu beranggapan bahwa kepribadian Bangsa Timur lebih baik dari Bangsa Barat. Karena semua hal pasti ada sisi positif dan negatifnya.
Contoh kebudayaan bangsa timur yaitu:
- Ramah Tamah. Ramah tamah terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam, tersenyum atau basabasi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa Timur sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma-norma yang tumbuh dilingkungan masyarakat.
- Gotong Royong. Gotong royong yang biasa dilakukan masyarakat saat hari libur untuk membersihkan selokan, sampah, rumput-rumput atau membenarkan jalan yang rusak adalah salah satu yang biasa Bangsa Timur lakukan hingga sekarang.
- Kesopanan. Salah satu contoh sifat kesopanan dengan membungkukkan sedikit badan kedepan jika bertemu orag yang lebih tua juga saah satu dominan dari kebudayaan Bangsa Timur.
Pengertian kebudayaan menurut para ahli, dan sarjana sarjana bidang sosial di seluruh dunia :
- Menurut E.B. Taylor (1871), Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat.
- Menurut Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
- Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
- Menurut Koentjaraningrat, Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
- Menurut A.L. Krober dan C. Kluckhon, bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas- luasnya.
- Menurut C.A. Van Peursen mengatakan bahwa kebudayaan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
- Krober dan Kluckhon,kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.
- Menurut Melville J.Herkovits kebudayaan terdiri dari 4 unsur yaitu : Alat teknologi, Sistem ekonomi, Keluarga, Kekuatan politik.
- Menurut Brownislaw Malinowski unsur kebudayaan terdiri dari: Sistem norma, Organisasi ekonomi, Alat-alat atau lembaga atau petugas pendidik, Organisasi kekuatan.
- Menurut C. Kluckhon ada tujuh unsur kebudayaan Universal,Yaitu : Sistem Religi, Sistem Organisasi Kemasyarakatan, Sistem Pengetahuan, Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem Ekonomi, Sistem Teknologi dan Peralatan, Bahasa, Kesenian.
- Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
- Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
- Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
- Eksternalisasi: Proses manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
- Obyektivitas: Proses masyarakat menjadi realitas obyektif, menjadikan masyarakat dengan segala pranata sosialnya untuk mempengaruhi, dan membentuk perilaku manusia.
- Internalisasi: Proses manusia mempelajari kembali masyarakatnya agar dia dapat hidup baik, hingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Komentar
Posting Komentar